Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Investasi

Ada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi dan perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukannya. Dengan berinvestasi, artinya Anda harus siap dengan risiko kerugian bahkan kehilangan modal.

Jadi bukan hanya mengharapkan keuntungan dalam setiap periode tertentu saja. Setiap calon investor harus paham apa saja yang perlu dipersiapkan. Sehingga pada saat hasil tidak sesuai perhitungan sebelumnya dapat menyikapi dengan bijak.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Investasi dari Segi Risiko

Risiko merupakan salah satu penentu penting dalam sebuah investasi. Setiap investor memiliki kecenderungan berbeda terkait hal ini. Terdapat 3 tipe investor dilihat dari responnya terhadap risiko.

Pertama adalah risk indifferent atau risk neutral, di mana investor ini tidak terlalu peduli terhadap risiko. Kedua risk seeker, yaitu investor pencari risiko dengan prinsip high risk high return. Ketiga risk averter, lebih memilih produk aman dan tidak fluktuatif.

Terkait risiko, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi ada berbagai macam jenisnya. Ini yang perlu diperhitungkan sebelum memilih instrumen dan besaran modal. Berikut 7 risiko tersebut.

  1. Suku bunga

Risiko ini muncul akibat memburuknya nilai relative aktiva berbunga contohnya pada pinjaman atau obligasi. Hal ini terjadi akibat peningkatan suku bunga. Perubahan suku bunga tersebut berpengaruh langsung terhadap pendapatan atau pengembalian.

  1. Risiko pasar

Risiko ini disebabkan adanya fluktuasi NAB atau nilai aktiva bersih. Fluktuasi disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan seperti instrument saham serta obligasi. Perubahan ini dapat terjadi akibat resesi, isu global, kerusuhan, politik, serta spekulasi di bidang ekonomi.

  1. Inflasi

Inflasi menyebabkan potensi merugikan daya beli terhadap investasi sebab adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Jadi nilai kas saat ini tidak akan bernilai banyak di tahun-tahun mendatang, di mana ini juga bagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi investasi.

  1. Likuiditas

Risiko ini muncul akibat kesulitan menyediakan uang secara tunia selama periode tertentu. Contoh, debitur tidak dapat membayar kewajiban saat jatuh tempo. Meski asetnya banyak tapi karena tidak dapat dikonversi jadi uang tunai maka dikatakan aset tersebut tidak likuid.

  1. Nilai tukar mata uang

Ini juga jadi bagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi. Berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang Negara lain. Sebagai contoh, menguatnya US dollar terhadap rupiah yang menyebabkan kerugian.

Inilah Pengaruh Tren terhadap Investasi

Seperti halnya di dunia fashion, terdapat trend dalam berinvestasi. Ada kalanya harga saham turun, ada kalanya harga saham tersebut naik. Ini perlu dipahami dulu sebelum Anda memutuskan untuk menanamkan sejumlah modal.

Umumnya saat terjadi penurunan harga, orang akan berlomba membeli saham tersebut sebagai strategi untuk memaksimalkan keuntungan. Karena banyak yang membeli, dengan cepat harganya bisa mengalami kenaikan signifikan.

Sebaliknya, saat nilai suatu saham tinggi investor menjualnya untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Meski ada juga yang tetap mempertahankannya dengan harapan kenaikan di periode berikutnya lebih tinggi lagi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi ini perlu dipelajari dan digali secara akurat. Sebab pergerakan atau tren saham sangat cepat. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang menggunakan jasa broker untuk memantau pergerakan asetnya.

Mempelajari tren seperti ini bisa jadi bekal Anda untuk memilih jenis instrumen. Fluktuasi harga sangat signifikan untuk jenis instrumen investasi jangka pendek. Jika ingin lebih stabil dengan potensi return lebih tinggi disarankan memilih instrumen jangka panjang.

Contoh, membeli emas saat harga turun. Dalam satu tahun biasanya terjadi beberapa kali penurunan harga terutama untuk jenis perhiasan. Nilainya bisa naik hanya dalam hitungan minggu atau bulan tergantung tren pembelian masyarakat.

Sementara apabila Anda membeli sebidang tanah, harga tahun ini dengan 2,5 atau 10 tahun mendatang sudah pasti berbeda. Cenderung mengalami kenaikan signifikan. Terutama apabila lokasinya strategis dan dekat dengan infrastruktur.

Inilah Kondisi Ekonomi Suatu Negara

Kondisi ekonomi juga merupakan bagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi. Kondisi ekonomi negara sangat berpengaruh pada saham perusahaan. Seperti apa alokasi pendanaan yang sedang difokuskan bisa jadi acuan.

Misalnya pemerintah sedang mengalokasikan APBN untuk mengembangkan bidang pariwisata. Maka Anda bisa berinvestasi atau membeli saham perusahaan yang bergerak di sektor industri tersebut. Seperti perhotelan, biro perjalanan, resort, restoran, dan sebagainya.

Pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan masifnya pembangunan infrastruktur jadi peluang investasi menjanjikan. Anda bisa ikut membeli saham di perusahaan konstruksi besar yang mengerjakan berbagai proyek strategis pemerintah tersebut.

Perekonomian masyarakat yang stabil dan cenderung meningkat jadi sinyal positif investasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi ini tampak di kehidupan sehari-hari. Seperti tren masyarakat yang menyukai semua hal berbau K-Pop.

Ini jadi ide investasi di industri kuliner, fashion, dan hiburan. Terlihat dengan semakin banyaknya penjual jajanan khas korea selatan. Bahkan saat ini bisnis tersebut dijalankan dengan sistem franchise.

Keuntungan cukup menjanjikan untuk jangka panjang. Mengingat semakin tingginya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan tersier tersebut. Ini menandakan bahwa penghasilan yang dimiliki sudah lebih dari cukup untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

Anda bisa menjadikannya sebagai ladang investasi juga. Misalnya membeli saham perusahaan produsen fashion. Atau sebagai pelaku usaha di dunia tersebut secara langsung sehingga bisa menentukan sendiri berapa besar modal dan perhitungan keuntungannya.

Ternyata Inilah Pengaruh Pajak terhadap Investasi

Faktor-faktor di mana mempengaruhi tingkat investasi juga dapat dilihat dari pajak. Seluruh aktivitas investasi pada dasarnya membutuhkan iklim yang kondusif. Iklim ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya pajak.

  1. Pajak menentukan keputusan berinvestasi di luar negeri

Jika besar pajak, khususnya pajak penghasilan di negara investor jauh lebih tinggi, maka perusahaan tersebut akan memilih berinvestasi di luar negeri. Mereka akan mencari pajak yang lebih rendah.

Bisa dianalogikan dengan kondisi di negara sendiri. Anda bisa memilih berinvestasi di dalam negeri atau luar negeri dengan perhitungan besaran pajak tersebut. Sehingga mengurangi beban biaya selama kegiatan investasi.

  1. Pajak turut menentukan lokasi untuk melakukan investasi

Dalam hal ini, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi didukung juga dengan pertimbangan akses pasar serta stabilitas politik. Jadi secara umum investor akan mempertimbangkan lebih dari satu faktor.

  1. Pajak berpengaruh cukup penting pada beberapa industri

Salah satu contohnya adalah ekspor. Industri ini sangat sensitif terhadap pengaruh faktor biaya dan pajak. Merupakan tambahan biaya yang menentukan keputusan apakah investasi akan dilakukan atau tidak.

Isu kenaikan pajak rokok menjadi salah satu pertimbangan dalam menanam saham. Tidak sedikit investor yang menarik dananya dari perusahaan tembakau karena hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari beban biaya besar.

Di sisi lain sebetulnya ada banyak kemudahan diberikan pemerintah berkaitan dengan pajak. Mulai dari prosedur, tata cara, besarnya tarif pajak lebih bersahabat untuk menarik investor ritel dan investor institusional.

Keberhasilan dalam mengelola aset hingga menghasilkan keuntungan sangat dipengaruhi oleh wawasan dan pengalaman. Terutama bagi para pemula, sangat penting memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi sebelum memilih instrumennya.