Jenis Investasi Menurut Karakteristiknya yang Paling Populer

Jika dilihat dari jenis investasi menurut karakteristiknya terdapat dua jenis yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Sebelumnya perlu Anda ketahui tentang investasi yang merupakan aktivitas penempatan modal.

Modal tersebut bisa berupa uang atau berbagai jenis aset lainnya kepada lembaga atau pihak lain. Tujuan atau harapannya yaitu bisa mendapatkan keuntungan baik dalam waktu singkat atau menurut periode tertentu.

Investasi jangka pendek sendiri merupakan kegiatan penanaman modal yang bisa diambil dalam waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan investasi jangka panjang minimal waktu pengambilan modal tersebut lebih dari satu tahun.

Beberapa Jenis Investasi Menurut Karakteristiknya

Dari banyaknya pilihan jenis investasi berdasakan karakteristiknya cukup populer saat ini. Berikut beberapa rekomendasi investasi yang bisa dipilih beserta penjelasan tentang peluang dan keuntungannya.

Berdasarkan jangka waktunya terdapat beberapa jenis investasi menurut karakteristiknya. Seperti deposito, obligasi, saham, reksa dana, emas, properti dan banyak lainnya yang bisa Anda pilih.

  1. Tabungan

Memiliki banyak uang tunai jika disimpan di rumah memiliki risiko baik pencurian, rusak atau risiko lainnya. Maka Anda bisa memilih tabungan untuk bisa mendapatkan bunga meskipun nilainya tidak terlalu besar.

Salah satu jenis investasi menurut karakteristiknya berjangka pendek adalah tabungan. Tabungan termasuk kedalam bentuk investasi yang bisa dengan mudah dicairkan dan tetap memberikan keuntungan.

Agar tabungan tersebut tidak berkurang karena biaya administrasi maupun pajak setiap bulannya. Maka cari bank, koperasi, atau lembaga keuangan lainnya menawarkan jenis produk tabungan tanpa admin dan pajak rendah.

Cari juga yang menawarkan produk tabungan dengan bunga tinggi seperti pada koperasi. Namun pastikan Anda memilih koperasi legalitasnya aman dan terpercaya agar bisa mendapatkan keuntungan tersebut.

  1. Deposito

Jenis investasi menurut karakteristiknya lainnya yang sangat direkomendasikan adalah deposito. Deposito merupakan jenis investasi jangka pendek yang menawarkan keuntungan berupa bunga per bulannya.

Deposito ini mengharuskan Anda menanamkan modal yang bisa dicairkan dengan periode tertentu. Termasuk kedalam jenis jangka pendek karena biasanya jangka waktunya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Lembaga keuangan yang menawarkan deposito adalah perbankan dan juga koperasi. Bunga deposito sangat beragam tergantung jangka waktunya dan biasanya bunga deposito koperasi lebih besar.

Jika Anda memiliki dana namun ingin diambil dalam beberapa bulan saja maka bisa memilih periode 6 bulan. Nantinya bunga dari deposito tersebut masuk ke rekening Anda dan ketika cair nilai deposito tersebut tidak berkurang.

  1. P2P

Mungkin Anda pernah mendengar jenis investasi menurut karakteristiknya yaitu P2P atau Peer to Peer Lending. Jenis satu ini masih baru di Indonesia namun ternyata popularitasnya sangat meningkat dari tahun ke tahun.

Memiliki legalitas hukum yang jelas sehingga memberikan jaminan keamanan bisa digunakan untuk investasi jangka pendek. Cara kerjanya sangat sederhana yaitu Anda meminjamkan sejumlah dana untuk individu maupun badan usaha.

Sama seperti produk pinjaman lainnya, Anda akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan peminjam. Suku bunga yang ditawarkan di P2P lending ini cukup besar bisa mencapai 18% per tahunnya.

Dengan minimal investasi sangat terjangkau yaitu mulai Rp100.000 saja sudah bisa menjadi investor. Namun tentu saja ada risiko yang harus diperhatikan seperti memilih lembaga P2P terpercaya dengan legalitas jelas.

Anda bisa memilih jangka waktu yang diberikan untuk meminjamkan dana tersebut. Terdapat informasi juga tentang kreditur sehingga bisa mengambil keputusan apakah menyetujui pinjaman atau tidak.

  1. Saham

Saham merupakan salah satu jenis investasi menurut karakteristiknya bisa jangka pendek maupun jangka panjang. Anda bisa menggunakan saham untuk menanamkan modal jangka pendek agar bisa segera dicairkan.

Jika ingin mendapatkan profit dalam waktu singkat maka Anda bisa membeli saham yang harganya murah. Kemudian menjualnya ketika harganya sudah naik dengan terus memperhatikan pergerakan harga saham.

Sedangkan untuk jangka waktu lebih lama maka Anda bisa membeli saham dari perusahaan yang terjamin aman seperti milik pemerintah. Biarkan saja saham tersebut dalam beberapa tahun selain mendapatkan deviden, harga saham juga akan naik.

  1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan jenis investasi menurut karakteristiknya yang berkaitan dengan pasar modal. Merupakan sebuah instrumen investasi dimana ada beberapa investor yang berkumpul menjadi satu kemudian diinvestasikan ke instrumen lainnya.

Reksa dana sangat populer dikalangan investor terutama pasar uang dengan melakukan trading. Memiliki keuntungan sangat menarik namun dari segi risiko juga tidak kalah besarnya.

Nilai modal yang bisa diinvestasikan mulai dari Rp500.000 di HSBC. Anda bisa mengunjungi cabang HSBC terdekat untuk mengetahui detail tentang reksa dana dari cara kerja, profit hingga risikonya.

Jadi sebelum Anda terjun ke Reksa Dana sebaiknya pahami dulu dan jangan hanya fokus ke profitnya saja. Dengan begitu modal tersebut menjadi lebih aman dimana tingkat risiko jauh lebih rendah.

  1. Obligasi

Obligasi termasuk ke dalam jenis investasi menurut karakteristiknya jangka panjang. Obligasi adalah jasa pinjaman yang memberikan modal kepada perusahaan maupun individu yang dibutuhkan.

Jangka waktu pinjaman biasanya mulai dari 1 tahun bahkan ada sampai 10 tahun dengan nilai bunga lebih tinggi. Ada banyak jenis obligasi yang ditawarkan saat ini dan Anda bisa memilih jenis paling aman.

Namun banyak investor menyarankan untuk berhati-hati dalam berinvestasi obligasi. Karena berisiko jika peminjam modal bangkrut maka uang Anda tidak akan dibayarkan. Tipsnya cari obligasi yang aman seperti obligasi negara karena peminjamnya adalah negara.

  1. Emas

Emas sangat direkomendasikan menjadi jenis investasi menurut karakteristiknya jangka panjang. Jika membeli emas kemudian menjualnya dalam waktu singkat maka risiko kerugian akan sangat besar di mana sangat mungkin untuk dialami.

Karena nilai emas naiknya dalam beberapa tahun bukan dalam hitungan bulan saja. Semakin lama Anda menyimpan emas tersebut maka besar kemungkinan keuntungannya justru semakin meningkat.

Sangat direkomendasikan membeli produk emas keping atau batangan yang disesuaikan budget Anda. Saat ini ada banyak pilihan emas dari kepingan kecil mulai dari 0,001 gram sehingga bisa menjadi tabungan.

  1. Properti

Jenis terakhir yaitu properti yang termasuk kedalam jenis investasi jangka panjang namun modalnya besar. Berinvestasi properti memberikan keuntungan pasti karena nilainya terus akan naik.

Ada banyak pilihan jenis properti seperti membeli tanah kemudian dijual dalam waktu 5 tahun kenaikan sudah mencapai 100%. Membeli rumah untuk dikontrakkan atau membuat kos-kosan maupun homestay.

Membeli ruko kemudian dijadikan tempat usaha atau disewakan dalam beberapa tahun tentu untungnya sudah terlihat. Meskipun modal dibutuhkan sangat besar namun dari segi prosentase profitnya juga tidak perlu diragukan.

Jika Anda ingin berinvestasi dalam bidang properti namun belum memiliki dana dalam jumlah banyak. Maka bisa memanfaatkan layanan pinjaman kemudian membayarnya dengan cara mencicil sampai beberapa tahun.

Inventasi bukan sekedar mengamankan dana Anda namun sekaligus mencari profit agar modal terus bertambah. Pilih jenis investasi menurut karakteristiknya yang cocok dengan Anda baik dari profit, budget, hingga minat.