Memilih Investasi Paling Tepat di Masa Pandemi

Memilih investasi di masa pandemi virus Corona menarik untuk dilakukan. Sebab tidak banyak orang berpikir menyisihkan sebagian uang untuk disimpan di masa ekonomi sulit seperti ini. Padahal potensi keuntungan di masa depan cukup menjanjikan apabila hal ini dilakukan.

Investasi memiliki risiko apabila dilakukan saat kondisi ekonomi sulit, namun kenyataannya banyak yang tetap melakukannya. Berarti ada sisi keuntungan yang akan didapat. Supaya tetap aman dilakukan, Anda perlu memperhatikan caranya dengan tepat.

Bukan hanya mempertimbangkan sejumlah uang yang akan diinvestasikan. Anda juga perlu menentukan waktu paling tepat, serta berbagai pertimbangan pemilihan produknya. Berikut penjelasannya.

Beberapa Tips Aman Memilih Investasi

Mengingat risiko berinvestasi tidak kecil, maka perlu mempertimbangkan beberapa hal terkait persiapan sebelum memulainya. Berikut tips melakukannya dengan aman berdasarkan rekomendasi OJK.

  1. Kenali profil diri

Setiap calon investor memiliki profil diri unik. Sebab masing-masing orang memiliki tujuan berbeda, jangka waktu tidak seragam. Kemudian juga faktor penerimaan terhadap risiko serta target perolehan keuntungannya juga berbeda.

  1. Memilih investasi sesuai jenis dan produk

Berdasarkan pengenalan pada profil investasi, Anda dapat memilih jenis serta produk paling cocok dengan dirinya. Selain itu Anda sebagai calon investor harus memahami keuntungan serta risiko kerugiannya secara rinci.

  1. Perhatikan aspek legalitas perusahaan, pastikan sesuai bidang usaha

Pelajari legalitas perusahaan, apakah sudah mendapat ijin resmi, kredibel dan sesuai dengan bidang usaha. Lebih maksimal lagi apabila Anda bisa menggali portofolio perusahaan, sehingga tahu seperti apa track recordnya.

  1. Pahami siapa regulatornya

Regulator yang mengawasi perusahaan penjual serta pemasar produk juga penting untuk diketahui. Fungsinya untuk berjaga-jaga apabila terjadi masalah di masa mendatang. Supaya mudah dalam melakukan komplain dan minta pertanggungjawaban sehingga meminimalisir kerugian besar.

  1. Pelajari ketentuan produk

Tujuan mempelajari ketentuan produk adalah untuk mendapatkan info terkait hak dan kewajiban konsumen. Juga untuk mengetahui apa saja manfaat, biaya serta risiko berkaitan dengan penggunaan produk.

Tips memilih investasi diatas cukup sederhana untuk diterapkan. Membantu Anda mengenali potensi diri sendiri, keuntungan serta risiko kerugian. Nantinya bisa digunakan sebagai acuan menentukan produk, jangka waktu dan nominal yang dialokasikan.

Inilah Ciri-Ciri Investasi yang Aman

Untung rugi adalah risiko yang menyertai setiap produk. Kalau kita mau imbal hasil atau untung maka harus siap juga untuk rugi. Justru hubungan untung dan rugi tersebut menandakan investasi nyata bukan abal-abal. Berikut ciri produk yang aman bukan produk abal-abal.

  1. Izin OJK

Setiap lembaga keuangan, termasuk perusahaan investasi, harus mendapatkan izin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian perusahaan dan produknya diketahui oleh otoritas yang berwenang dan aktivitas transaksi berkaitan dengan aset diharapkan berjalan aman.

  1. Rekam Jejak Positif

Untuk menghindari kerugian, sebaiknya cek rekam jejak perusahaan. Apakah pernah bermasalah atau terlibat kasus hukum? Jika pernah coba pertimbangkan kembali sebelum memilih investasi di perusahaan itu.

  1. Identitas Jelas

Perusahaan terpercaya berani menunjukkan informasi dengan jelas di laman website dan media sosialnya. Informasi tersebut berisikan tentang susunan jajaran direksi, sumber dana, profil usaha, hingga alamat berupa kantor, email, dan nomor telepon.

  1. Informasi Cara Berinvestasi

Perusahaan menjelaskan informasi secara transparan tentang cara memulai hingga mendapat imbal hasil. Mulai dari dana yang dibutuhkan, proyeksi imbal hasil, biaya administrasi, hingga risikonya. Jika Anda memilih investasi di perusahaan seperti ini pasti aman.

Anda perlu curiga jika perusahaan menjanjikan laba tanpa adanya risiko. Terutama jika ada iming-iming imbal hasil tinggi dengan pengembalian cepat. Sebab tidak ada investasi instan dan bebas dari risiko.

Inilah Produk-Produk Investasi Aman

Apa saja produk yang aman? Mana yang paling ideal digunakan jika ingin berinvestasi di tengah masa pandemi? Setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan, Anda bisa menentukan sendiri dalam memilih investasi berdasarkan beberapa jenis berikut ini.

  1. P2P Lending

Peer-to-peer (p2p) lending adalah platform digital yang mempertemukan pemohon pinjaman (borrower) dan pemberi pinjaman (lender). Lender atau investor akan mendapatkan bunga minimal tiga persen serta dana pinjaman yang dikembalikan saat jatuh tempo.

Produk ini termasuk salah satu produk modern yang direkomendasikan bagi anak muda yang ingin mencoba. Sebab bisa dilakukan menggunakan gadget saja. Setiap transaksi bisa langsung dipantau real time.

  1. Obligasi

Memilih investasi jenis obligasi banyak dilakukan juga selama masa pandemi. Membeli ORI berarti ikut berpartisipasi dalam membangun negara. Keuntungannya adalah kupon (imbal hasil) di atas 7%, jangka waktunya beragam (mulai 1, 3 hingga 10 tahun), dan bisa melakukan early redemption.

  1. Logam Mulia

Logam mulia merupakan investasi jangka pendek yang mudah sekali dicairkan saat dibutuhkan. Sangat ideal dilakukan saat masa pandemi sebab lebih terjangkau dengan fluktuasi harga lebih cepat.

Selain dalam bentuk batangan dari Antam, masyarakat sudah mengenal investasi emas dalam bentuk perhiasan. Tren yang biasa terjadi adalah membeli saat harga turun, kemudian menjualnya begitu terjadi kenaikan dan polanya berulang.

  1. Reksa Dana

Memilih investasi di mana investasi yang menawarkan produk berdasarkan profil risiko serta tujuan yang berbeda. Jenisnya beragam ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran. Anda bisa melakukan transaksi reksa dana di Manajer Investasi (MI) terpercaya.

  1. Saham

Saham merupakan produk yang terbilang paling menguntungkan apalagi untuk jangka panjang. Prinsip kerjanya mirip dengan obligasi, hanya saja dilakukan di perusahaan go public. Anda perlu memilih investasi saham berfundamental baik agar mendapat imbal hasil optimal.

Waktu Paling Tepat untuk Berinvestasi

Pandemi yang tidak kunjung berakhir sering menjadi kekhawatiran untuk mulai berinvestasi. Sebenarnya kapan saat paling tepat melakukannya? Kekhawatiran paling besar adalah jika masih ada tanggungan seperti hutang dan cicilan.

Paling ideal melakukan investasi adalah saat Anda tidak lagi memiliki hutang yang harus sekali bayar. Kecuali pinjaman atau cicilan berupa KPR yang jangka waktunya lama. Anda masih bisa berinvestasi meski masih memiliki cicilan KPR.

Sebagai pertimbangan lain, Anda perlu memiliki dana darurat setidaknya 3x dari jumlah pengeluaran bulanan. Ini wajib dipenuhi untuk berjaga-jaga jika sesuatu hal terjadi di luar prediksi yang telah disepakati.

Jika hutang sudah lunas, kemudian memiliki dana darurat yang dapat diandalkan, maka waktunya Anda memilih investasi. Minimal tidak akan mengganggu kewajiban bulanan, serta dana darurat yang alokasinya sudah dikhususkan tersebut.

Dana darurat sendiri bisa dipenuhi dengan instrumen investasi jangka pendek. Seperti membuat tabungan, deposito, membeli emas. Di samping itu Anda bisa mulai memperbesar peluang pendapatan dengan membeli investasi jangka panjang.

Syarat yang wajib dipenuhi sebagai investor tidak rumit. Setelah Anda memiliki e-KTP dan NPWP, atau setidaknya berusia 17 tahun sudah bisa langsung berpartisipasi sebagai investor di mana saja.

Baik jangka panjang atau pendek, bisa menghasilkan keuntungan maksimal apabila Anda tepat dalam menentukan produk dan paham mekanisme kerjanya. Paling penting adalah tidak membebani perekonomian Anda dengan memilih investasi yang tepat.