Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi dari Segi Keuntungan

Memahami perbedaan investasi saham dan obligasi sangat penting sebagai dasar pertimbangan dalam memilih instrumen investasi. Baik obligasi maupun saham keduanya menawarkan keuntungan serta risiko berbeda.

Antara profit dan risiko memang tidak bisa dipisahkan sehingga harus dipahami oleh seorang investor. Karena pada dasarnya apapun jenis investasinya jika semakin tinggi profit maka risikonya juga besar begitupun sebaliknya.

Dengan memahami perbedaan kedua jenis investasi ini setidaknya Anda bisa menentukan pilihan secara tepat. Bukan sekedar ikut-ikutan berinvestasi namun benar-benar sesuai dengan minat Anda sendiri.

Pengertian Obligasi dan Saham secara Umum

Terkadang banyak orang lebih fokus mencari informasi perbedaan investasi saham dan obligasi. Padahal mereka belum mengetahui pengertian dari defisini dari kedua jenis investasi tersebut.

Saham merupakan instrumen pasar keuangan dimana Anda memberikan modal dengan cara membeli sahamnya perusahaan. Dengan melakukan pembelian tersebut maka Anda dianggap sebagai pemilik yang dibuktikan dari pemberian dividen.

Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda temukan seperti emas, saham, reksa dana, properti, obligasi, deposito dan lainnya. Namun pembahasan kali ini hanya fokus pada perbedaan investasi saham dan obligasi serta keuntungannya.

Tujuan dari pembelian saham ini adalah untuk investasi jangka panjang, mencari keuntungan hingga melakukan trading. Perusahaan akan mengelola modal tersebut untuk pengembangan usaha agar bisa memberikan hasil lebih besar.

Tidak hanya transaksi untuk pembelian saja namun juga tersedia layanan penjualan seperti jual beli pada umumnya. Namun kali ini produk yang dibeli bukan berupa barang maupun jasa sehingga ada aturan khusus.

Sedangkan obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan pemerintah atau sejenisnya. Jika Anda pernah mendengar istilah lain dari jenis ini yaitu SBN atau Surat Berharga.

Surat ini bisa dalam bentuk mata uang Rupiah atau Valuta Asing tergantung dari perjanjian saat pembelian. Pembayaran dilakukan oleh negara dengan mencicil pokok pinjaman sekaligus memberikan bunga.

Dari pengertian sederhana tersebut bisa disimpulkan perbedaan mengenai investasi saham dan obligasi. Jadi sangat menarik mengetahui lebih banyak tentang kedua jenis investasi ini untuk hasil menguntungkan.

Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi secara Dasar

Ada beberapa hal yang menjadi perbedaan mengenai investasi saham dan obligasi penting untuk dipahami. Dengan memahami perbedaan ini setidaknya Anda bisa mengetahui bagaimana cara kerja hingga profitnya.

  1. Perbedaan pengertian

Perbedaan utama dari segi pengertian dimana obligasi merupakan surat hutang yang diterbitkan perusahaan. Sedangkan saham adalah tanda penyertaan modal dari investor kepada perusahaan.

  1. Perbedaan kepemilikan

Saham diterbitkan oleh perusahaan itu sendiri dengan tujuan mendapatkan modal tambahan dari investor. Para pemilik saham tersebut nantinya dianggap sebagai pemilik perusahaan dan berhak atas keuntungan yang didapatkan.

Sedangkan obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan pemerintah. Jadi Anda berperan sebagai pemberi pinjaman dan bukan dianggap sebagai pemilik perusahaan tersebut.

  1. Perbedaan profit

Perbedaan investasi saham dan obligasi dari segi profit yaitu saham memberikan deviden. Deviden diberikan berdasarkan periode tertentu ada yang per 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekalipun.

Selain deviden para pemilik saham akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Apalagi jika tidak dijual dalam waktu lama atau dijadikan investasi jangka panjang maka kenaikannya akan lebih besar.

Sedangkan profit dari obligasi berupa bunga pinjaman yang dibayarkan setiap bulan atau sesuai perjanjian. Keuntungan dari bunga ini yaitu suku bunga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito.

  1. Perbedaan risiko

Perbedaan investasi saham dan obligasi dari segi risiko tentu juga ada, jika perusahaan bangkrut maka pemilik saham akan mengalami kerugian. Karena nilai sahamnya turun sementara obligasi juga sama seperti itu.

Jika perusahaan tidak mampu membayarkan pokok pinjaman beserta bunga maka Anda akan kehilangan uang tersebut. Itulah yang dapat kami jelaskan melalui rangkuman singkat, Anda bisa memahaminya lebih banyak.

Keuntungan Jika Memilih Berinvestasi Saham

Selain memahami tentang perbedaan investasi saham dan obligasi, ketahui juga apa saja keuntungan yang didapatkan. Saham menawarkan banyak keuntungan menarik bagi Anda yang ingin mencoba berinvestasi dalam bidang satu ini.

  1. Capital gain

Capital gain merupakan selisih antara harga beli dengan harga jual karena kenaikan ataupun penurunan harga. Ada banyak sekali faktor kenapa harga sebuah saham bisa naik ataupun turun.

Bagi investor biasanya mereka akan membeli saat harga sedang turun sehingga bisa mendapatkan harga murah. Baru ketika harga naik akan dijual dan selisihnya itu yang dimaksud dengan profit capital gain.

Inilah salah satu perbedaan investasi saham dan obligasi dari segi keuntungan yang sangat diminati. Jika Anda menjadikannya sebagai investasi jangka panjang maka selisih harga ini pasti jauh lebih besar dalam beberapa tahun.

  1. Dividen

Keuntungan kedua yaitu dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan dari penghasilan yang didapatkan. Jadi perusahaan bekerja dengan memanfaatkan modal yang sudah Anda berikan dari pembelian sahamnya.

Kemudian dari bisnis dijalankan perusahaan maka akan mendapatkan penghasilan yang setara dengan usaha. Anda akan mendapatkan bagian dari penghasilan tersebut sesuai dengan persentase sahamnya.

Kalau Anda membeli banyak lot saham dari perusahaan tersebut maka akan semakin banyak hasilnya. Juga disesuaikan dengan pendapatan perusahaan, jika banyak maka pembagian dividennya juga akan banyak.

  1. Fleksibel

Jika dilihat dari perbedaan investasi saham dan obligasi, maka keuntungannya yaitu dari kemudahan berinvestasi. Jenis satu ini sangat fleksibel karena bisa dibeli dan dijual dari mana saja serta kapan saja.

Keuntungan Memilih Obligasi sebagai Instrumen Investasi

Dari pembahasan tentang perbedaan investasi saham dan obligasi sebenarnya Anda bisa mengetahui apa saja keuntungan obligasi. Surat hutang satu ini menawarkan banyak keuntungan menarik bagi Anda yang ingin mencoba berinvestasi.

  1. Mendapatkan bunga

Keuntungan utama seperti konsep pinjaman pada umumnya yaitu pemberian bunga pinjaman. Begitupun dengan obligasi yang memberikan Anda bunga pinjaman setiap bulan atau berdasarkan kesepakatan bersama.

  1. Lebih tinggi dari bunga simpanan berjangka atau deposito

Menariknya bunga pinjaman ini nilainya jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito. Jadi Anda bisa mengetahui berapa besar penghasilan yang didapatkan dengan menghitung pinjaman dikalikan suku bunga.

Semakin besar pinjaman yang diberikan maka bunga didapatkan juga akan semakin banyak. Keuntungan dari surat utang jauh lebih pasti dibandingkan dengan dividen yang dilihat dari penghasilan perusahaan.

  1. Bisa memilih jangka waktu

Anda diberikan kebebasan memilih jangka waktu pemberian pinjaman kemudian disepakati bersama. Jika ingin jangka waktu singkat bisa memilih mulai dari 1 tahun. Terpenting Anda bisa mengakses sekuritas kemudian melakukan transaksi baik jual atau beli sahamnya secara online.

Bahkan ada jangka waktu sampai 20 tahun juga dan disesuaikan dengan perjanjian pinjaman tersebut. Anda bisa menentukan sendiri berapa lama pinjamannya sesuai dengan perencanaan keuangan sendiri.

  1. Bisa dijadikan jaminan

Surat hutang ini bisa dijadikan jaminan di Bank jika Anda membutuhkan dana pinjaman. Bahkan bisa dijadikan jaminan pada Bursa Efek Indonesia dengan syarat dan ketentuan khusus.

Memiliki perbedaan dari pengertian, cara kerja, profit, hingga risiko tentu bisa disesuaikan dengan minat Anda. Mengingat perbedaan investasi saham dan obligasi menawarkan profit serta risiko masing-masing.